Senin, 29 Mei 2017

Belajar Bahasa Aceh (Tema : Ramadhan)

Puasa : puasa
Sahur : Sahö
Niat : Niet

Niat puasa dalam bahasa Aceh :

Sahaja lôn puasa singôh uröe bak buleun Ramadhan peurlee keu lôn karna Allah Ta'ala
Artinya :
Sengaja saya puasa esok hari pada bulan Ramadhan fardhu atas saya karena Allah Taala.

Batal : bateu
Batal puasa : Bateu puasa


Menahan diri : Theun droe
Makan : Pajôh/Seumajôh
Minum air : Jép ié

Sabar : Saba
Jangan marah : Bek beungéh-beungéh
Shalat tarawih : Seumbahyang taraweh
Tadarus/Tilawah Qur'an : Beut Qur'an
Berzikir : Meurateb

Aneka Makanan Buka Puasa dalam Bahasa Aceh

Nasi : Bu
Nasi Uduk : Bu guri
Nasi goreng : Bu guréeng
Kelapa muda : U muda
Cendol : Cindoi
Teh dingin : Tee dingin
Dadar gulung : timphan balon
Sayur : gulee
Ayam goreng : Simanok teucroh
Ikan tumis : Eungkot Tumeh
Pecal : Picay
Air tebu : Ie Tubee
Klepon : Boh rom rom
Rujak : lincah
Sayur bening : Kuah ie mata
Daging lembu : sie leumo
Es Batu : Eh Batee

Beberapa ungkapan terkait buka puasa dalam bahasa Aceh

Apa menu buka puasa hari ini? (Peu teumon buka puasa uroe nyoe?)

Bangun! Sahur! (Beudoh! Sahoo!)

Ayo buka puasa di tempat saya! ( Yak tabuka puasa bak lon!)

Sebentar lagi imsak (Siat teuk imsak)

Jam berapa buka puasa hari ini? (Poh padum buka puasa uroe nyoe?)





Assalamualaikum Ramadhan

Assalamualaikum Ramadhan... ^^

Ramadhan adalah bulan berkah. Bulan beri memberi, tahan menahan, dan memperbaiki diri. 

Bulan bertaubat, bulan berjihad terhadap segala macam hawa nafsu. Dan bulan penuh ampunan, bagi siapa saja yang mengharapkannya. 

Ramadhan, boleh jadi bulan permulaan bagi kita untuk memulai lagi hidup, apabila ia telah rosak. Sembari berpuasa, sembari memperbaiki diri, dengan harapan ini permulaan menjadi baik untuk menjadi baik pada bulan-bulan seterusnya. 

Semoga aku, engkau dan kita semua berhasil menjadi orang yang lebih baik di bulan Ramadhan ini. Karena sudah pasti bahwa usaha menjadi baik itu adalah bukan soal masa, usia, tapi soal usaha itu sendiri. Seseorang belum tergolong baik apabila dia menganggap dirinya sudah baik. 

Begitulah, semoga tulisan absurb ini bermanfaat. 

Minggu, 22 Januari 2017

Angin Cinta

Sejak kapan bulan terasa lebih besar?
Sejak angin cinta berhembus.
Dan semilirnya membawa pergi raut masam.
Menggantinya dengan ulas-ulas senyum.

Semenjak kapan langit senja terasa begitu syahdu?
Semenjak angin cinta berhembus.
Dan bait-bait puisi tertoreh pada diari.
Memberi definisi bagi sebuah rasa.

Indah, semua terasa indah. 
Bahkan sungai penuh sampah dan status galau seorang remaja.
Bukan, bukan itu sebenarnya.
Lara yang mengekori sejuknya angin cinta.
Itulah dia, waspada yang sebenarnya.




Rabu, 28 Desember 2016

Winter In Aceh



Aceh, suatu ketika.
Tengah malam yang sangat dingin. Tak pernah kurasa sedingin ini. Tidurku pun menjadi tak nyenyak. Kucoba tak membuka mata berharap kantuk datang menyambangi, tapi ia tak jua bertandang. Lelah aku berusaha untuk tidur, akhirnya ku berdirikan tubuh dan menyibak kain jendela kamar. Aku terpaku sekalian terkejut. Apa ini?
Kaca jendela berkabut tebal. Terlihat di baliknya butiran-butiran putih. Kucoba menyentuh dengan ujung dari. Lengket dan dingin. Perasaanku jadi campur aduk. Ini sungguh aneh. Aku terpikir sesuatu, tapi rasanya tak mungkin. Aku tahu betul dimana aku berada. Namun, tak bisa kupungkiri aku berharap bahwa ini benar-benar terjadi.

Kamis, 15 Desember 2016

Jejak Yasmin

       Lama sekali. Sudah hampir setengah jam aku menunggu. Karena sedikit lelah dan panas aku menggunakan plamfet bertulisan “Yasmin”  di tanganku untuk mengipasi diri. Diam-diam aku mengumpat dalam hati. Ugh! Apa juga Ibu menyuruhku menunggu hanya lima menit. Kalau begini, aku lebih baik pulang saja. Orang yang kutunggu tidak muncul-muncul dari tadi. Tapi, kata Ibu ini tamu penting, baru datang dari luar negeri. Saudara jauhku yang ada di negeri kalau tidak salah namanya Indonesia.
            Baiklah, akan kutunggu dia lima menit lagi. Sebaiknya memang begitu. Maka kutinggikan pamflet nama yang kubawa dari rumah menuju stasiun ini. Belum tiga menit, seseorang datang ke arahku sambil melambaian tangannya.
            “Heiii, apakah kamu yang namanya Vimala?” serunya.

Aku Menyadari Bahwa...

Usiaku semakin bertambah, banyak hal sudah kupelajari, tapi tidak cukup banyak karena kebanyakan dari hal-hal itu terlupakan secara tidak sengaja.

Hal-hal kecil bisa berdampak sangat besar, seperti misalnya kata, "Waaah!" untuk mengapresiasi sesuatu yang diperlihatkan orang lain.

Bahkan seulas senyum dari orang yang tidak dikenali bisa merubah suasana menjadi lebih baik.

Sesuatu yang menjadi hakmu, akan kembali padamu jua. Jadi, jangan khawatir, ya?

Penantian itu ternyata perih ya? Ada yang membisikiku bahwa waktu akan berkhianat, dan kata "indah pada waktunya" itu hanya kata hayalan yang hanya terjadi di film-film.

Semakin bertambah umur, beban dan tanggung jawab menjadi semakin berat. Kadang aku bergumam,"Aku bahkan tak punya waktu untuk diri sendiri." Kurasa aku terlalu berlebihan. Di luar sana banyak orang yang lebih sibuk dariku tapi mereka bisa memanage waktu dengan baik. Aku harus berusaha lebih keras!

Seseorang berkata,"Tanda bahwa Allah sayang kepada seorang hamba adalah disibukkan ia dengan hal-hal yang bermanfaat." Cukup menyejukkan. Jazakillah, Kak Amel. :)

Aku tidak diciptakan untuk sia-sia, aku pasti ditakdirkan untuk menjadi sesuatu, atau berperan dalam sesuatu. 

Mengatakan sesuatu yang buruk tentang orang lain sama dengan mengatakan untuk diri sendiri juga, hanya saja waktu kejadiannya berbeda. Itu namanya karma. 


Minggu, 04 September 2016

Jugi Tapa Part II

Malem Muda semenjak durhaka terhadap gurunya berubah menjadi orang yang sangat buruk perangainya. Hingga akhirnya orang memanggilnya Jugi yang bermakna orang yang durhaka terhadap guru. Setelah insiden Teungku Lhok Drien yang hendak memarang dirinya, Jugi lari ke hutan. Ia memutuskan untuk bertapa selama beberapa lama untuk memantapkan ilmunya. Maka disebutlah oleh orang-orang namanya Jugi Tapa. 

Alkisah setelah beberapa tahun lamanya, Jugi Tapa menjadi seorang yang sangat kuat. Ia kemudian keluar dari hutan dan mendirikan sebuah kerajaan. Ia memerintah dengan semena-mena. Barangsiapa yang tidak tunduk padanya akan dijadikan patung batu. Maka tak heran, hanya dalam masa singkat, kerajaannya menjadi salah satu kerajaan besar yang kuat. Selain terkenal dengan memiliki banyak pasukan, Jugi Tapa juga dikenal memiliki banyak istri. Dan pada saat itu, istrinya berjumlah 99 istri, dan Jugi Tapa hendak menggenapkannya menjadi 100.