Minggu, 22 Januari 2017

Angin Cinta

Sejak kapan bulan terasa lebih besar?
Sejak angin cinta berhembus.
Dan semilirnya membawa pergi raut masam.
Menggantinya dengan ulas-ulas senyum.

Semenjak kapan langit senja terasa begitu syahdu?
Semenjak angin cinta berhembus.
Dan bait-bait puisi tertoreh pada diari.
Memberi definisi bagi sebuah rasa.

Indah, semua terasa indah. 
Bahkan sungai penuh sampah dan status galau seorang remaja.
Bukan, bukan itu sebenarnya.
Lara yang mengekori sejuknya angin cinta.
Itulah dia, waspada yang sebenarnya.




Rabu, 28 Desember 2016

Winter In Aceh



Aceh, suatu ketika.
Tengah malam yang sangat dingin. Tak pernah kurasa sedingin ini. Tidurku pun menjadi tak nyenyak. Kucoba tak membuka mata berharap kantuk datang menyambangi, tapi ia tak jua bertandang. Lelah aku berusaha untuk tidur, akhirnya ku berdirikan tubuh dan menyibak kain jendela kamar. Aku terpaku sekalian terkejut. Apa ini?
Kaca jendela berkabut tebal. Terlihat di baliknya butiran-butiran putih. Kucoba menyentuh dengan ujung dari. Lengket dan dingin. Perasaanku jadi campur aduk. Ini sungguh aneh. Aku terpikir sesuatu, tapi rasanya tak mungkin. Aku tahu betul dimana aku berada. Namun, tak bisa kupungkiri aku berharap bahwa ini benar-benar terjadi.

Kamis, 15 Desember 2016

Jejak Yasmin

       Lama sekali. Sudah hampir setengah jam aku menunggu. Karena sedikit lelah dan panas aku menggunakan plamfet bertulisan “Yasmin”  di tanganku untuk mengipasi diri. Diam-diam aku mengumpat dalam hati. Ugh! Apa juga Ibu menyuruhku menunggu hanya lima menit. Kalau begini, aku lebih baik pulang saja. Orang yang kutunggu tidak muncul-muncul dari tadi. Tapi, kata Ibu ini tamu penting, baru datang dari luar negeri. Saudara jauhku yang ada di negeri kalau tidak salah namanya Indonesia.
            Baiklah, akan kutunggu dia lima menit lagi. Sebaiknya memang begitu. Maka kutinggikan pamflet nama yang kubawa dari rumah menuju stasiun ini. Belum tiga menit, seseorang datang ke arahku sambil melambaian tangannya.
            “Heiii, apakah kamu yang namanya Vimala?” serunya.

Aku Menyadari Bahwa...

Usiaku semakin bertambah, banyak hal sudah kupelajari, tapi tidak cukup banyak karena kebanyakan dari hal-hal itu terlupakan secara tidak sengaja.

Hal-hal kecil bisa berdampak sangat besar, seperti misalnya kata, "Waaah!" untuk mengapresiasi sesuatu yang diperlihatkan orang lain.

Bahkan seulas senyum dari orang yang tidak dikenali bisa merubah suasana menjadi lebih baik.

Sesuatu yang menjadi hakmu, akan kembali padamu jua. Jadi, jangan khawatir, ya?

Penantian itu ternyata perih ya? Ada yang membisikiku bahwa waktu akan berkhianat, dan kata "indah pada waktunya" itu hanya kata hayalan yang hanya terjadi di film-film.

Semakin bertambah umur, beban dan tanggung jawab menjadi semakin berat. Kadang aku bergumam,"Aku bahkan tak punya waktu untuk diri sendiri." Kurasa aku terlalu berlebihan. Di luar sana banyak orang yang lebih sibuk dariku tapi mereka bisa memanage waktu dengan baik. Aku harus berusaha lebih keras!

Seseorang berkata,"Tanda bahwa Allah sayang kepada seorang hamba adalah disibukkan ia dengan hal-hal yang bermanfaat." Cukup menyejukkan. Jazakillah, Kak Amel. :)

Aku tidak diciptakan untuk sia-sia, aku pasti ditakdirkan untuk menjadi sesuatu, atau berperan dalam sesuatu. 

Mengatakan sesuatu yang buruk tentang orang lain sama dengan mengatakan untuk diri sendiri juga, hanya saja waktu kejadiannya berbeda. Itu namanya karma. 


Sabtu, 03 September 2016

Jugi Tapa Part I

Jugi Tapa adalah sebuah legenda atau cerita rakyat yang berasal dari Sawang, Aceh Utara.

Alkisah pada zaman dahulu, di sebuah perguruan yang terletak di Desa Lhok Drien, Sawang, Aceh Utara,  tinggallah seorang pemuda gagah nan pandai. Saking pandainya, semua ilmu yang diajarkan oleh gurunya, Teungku Di Lhok Drien dapat dikuasai olehnya dalam sekejap. Bersebab itulah, kemudian ia dijuluki Malem Muda yang bermakna "orang yang berilmu di usia muda/belia". Hal ini membuat Malem Muda diangkat menjadi tangan kanan gurunya, Teungku Di Lhok Drien. 

Suatu hari, Malem Muda dipanggil oleh gurunya untuk menghadap. Maka datanglah Malem Muda ke hadapan gurunya sambil bertanya," Ada apa gerangan Teungku memanggil saya?"

Jumat, 01 Januari 2016

Welcome Again!

Assalamualaikum.

Hello 2016!

2015, please come back! T_T (nangis darah)

Oke, focus!

Ternyata aku tidak bisa merealisasikan project 2015-ku. Kau lihat, aku berjanji bahwa postinganku di 2015 akan lebih banyak dari postinganku di 2013. Tapi, lihatlah sendiri, aku hanya mampu membuat 3 postingan selama 2015? What? Dimana rasa maluku terhadap janji yang sudah kutulis. Huhu. 2015, please come back (nangis darah lagi).

Stop! Stop! Wait!
Bukankan aku ada project besar di 2015 lalu? Apa itu? Skripsi! Yup, derita setiap mahasiswa semester akhir, dan aku menelantarkannya hingga 2016 ini. Huaaaaaaaaaa, Huaaaaaaaaa, Huuuuaaaaaaaa. (nangis kosong, tensi darahnya udah ngak cukup buat nangis)

Seharusnya, setidaknya aku menyelesaikan skripsiku, bukan? Ini yang terjadi malah postingan super low sama skripsi juga belum kelar. T_T. Maafkan aku, Tuhan. Aku bersalah.

Apakah aku menyesal? Ya, super menyesal. Tapi apakah aku menyerah. Nope, never! Aku harus maju. Maju dan maju lagi. Semangat!

Aku lanjut buat skripsi dulu ya? Ngak boleh lama-lama nih. Bye bye...

Selasa, 21 Juli 2015

Perfection

Well, no one is perfect, everybody knows that. But, it's not wrong if we try to be perfect. Even when we try, we can't reach the perfection that we want. But, something, there is something that you can't forget is the unperfect in your eyes can be perfection in others eyes. Why? Because we are different. Our necessary, pretension, wish, and mind are different. :)