Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Desember 2016

Aku Menyadari Bahwa...

Usiaku semakin bertambah, banyak hal sudah kupelajari, tapi tidak cukup banyak karena kebanyakan dari hal-hal itu terlupakan secara tidak sengaja.

Hal-hal kecil bisa berdampak sangat besar, seperti misalnya kata, "Waaah!" untuk mengapresiasi sesuatu yang diperlihatkan orang lain.

Bahkan seulas senyum dari orang yang tidak dikenali bisa merubah suasana menjadi lebih baik.

Sesuatu yang menjadi hakmu, akan kembali padamu jua. Jadi, jangan khawatir, ya?

Penantian itu ternyata perih ya? Ada yang membisikiku bahwa waktu akan berkhianat, dan kata "indah pada waktunya" itu hanya kata hayalan yang hanya terjadi di film-film.

Semakin bertambah umur, beban dan tanggung jawab menjadi semakin berat. Kadang aku bergumam,"Aku bahkan tak punya waktu untuk diri sendiri." Kurasa aku terlalu berlebihan. Di luar sana banyak orang yang lebih sibuk dariku tapi mereka bisa memanage waktu dengan baik. Aku harus berusaha lebih keras!

Seseorang berkata,"Tanda bahwa Allah sayang kepada seorang hamba adalah disibukkan ia dengan hal-hal yang bermanfaat." Cukup menyejukkan. Jazakillah, Kak Amel. :)

Aku tidak diciptakan untuk sia-sia, aku pasti ditakdirkan untuk menjadi sesuatu, atau berperan dalam sesuatu. 

Mengatakan sesuatu yang buruk tentang orang lain sama dengan mengatakan untuk diri sendiri juga, hanya saja waktu kejadiannya berbeda. Itu namanya karma. 


Selasa, 26 Agustus 2014

Pasrah atau Menyerah?

Masalah. Siapa sih yang tak punya? Semua orang pasti punya. Setenang apapun air, setidaknya akan ada seekor lalat yang membuat riak kecil di atasnya. Oh, bahkan daun.

Puncak masalah? Pasti akan tiba, seiring dengan berkembangnya suatu masalah. Saat itulah, rasa-rasanya tulang mau remuk, dada hendak pecah, kaki lumpuh, tubuh tak berdaya. Nyali menjadi ciut. Mestinya ada dua pilihan yang cenderung dipilih. Pasrah atau menyerah.

Senin, 09 Juni 2014

Liebster Award Buat Sahabat Gaminong Blogger

Let's start with basmalah and salam.
Bismillahirrahmaanirrahim
Assalamu'alaikum wr. wb.
*kayak mau tampil micro teaching aja nih... Hihi, maklum, akhir-akhir ini kejedot ruang micro teaching sama setumpuk er-pe-pe yang harus segera dituntaskan.

Hup! Loncat ke judul besar qta, tentang Liebster Award. Sejenis serangga apa itu yaa? Serangga?? Ahai, ketauan banget kalo si penulis dalam hidupnya penuh dengan serangga-serangga. Xixi... 

Gini lho, Liebster Award itu adalah awardnya para blogger yang dianugerahi (cie, sok resmi) untuk para sahabat-sahabat atau teman-temannya yang ada di blogger. Tujuannya apa? Biar para blogger tu makin akrab and solid walaupun cuma temanan di dunia maya. Kurang lebih gitu lah. 

Tapi sebelumnya, makasih banget karena udah diundang dan dikasih award yang super ini. Berderai-derai air mata bahagia - ini pertama kalinya saya dikasih award. Siapa yaa kira-kira yang ngundang saya?? Ini dia, tokoh terkenal di Gaminong Blogger bang Azhar Ilyas. Thanks a bunch bang!

Kamis, 15 Mei 2014

SADAR DAKWAH

Assalamu’alaikum sahabat dan ikhwah fillah semuanya, di seantero dunia.
Dewasa ini kita dikejutkan oleh berbagai fenomena permasalahan sosial yang kian hari kian bertambah. Tak hanya itu, kita juga dihenyakkan oleh pesatnya perkembangan zaman yang pengaruhnya  membawa dampak positif dan negatif hingga ke pelosok daerah, bahkan di negara  berkembang seperti Indonesia sekalipun. Individualisme, hedonisme, perzinahan, homoseksual, krisis moral dan lain sebagainya merebak, meracuni jiwa ummat ini terutama pemuda/i  generasi penerus dan pemegang tongkat estafet kepemimpinan kita di masa yang akan datang. Siapa yang peduli dengan kondisi ini?

Beli Buah? Kenali Cirinya Biar Ngak Kecewa

Suatu hari.
Dari kejauhan mataku kehijauan memandang deretan semangka. Menggoda banget, apalagi kalo cuaca lagi panas. Dengan wajah sumringah, kuhampiri si penjual semangka yang lagi asik mengipasi diri dengan handuk good morning-nya.
“Bang, semangka berapa sekilo?” tanyaku.
“Empat ribu lima ratus, Dek Noeng,” jawab si abang. Aku jadi sedikit lesu.
“Mahal amat bang. Bukannya dua ribu lima ratus, kemarin itu harganya segitu,” tawarku.
“Waah, ngak lah Dek. Sekarang semangka lagi langka. Yang non biji aja udah enam ribu lima ratus perak Dek sekilonya,” bantah si abang.
Idih! Kita kan ngak tanya yang non biji yaa? Gak sanggup beli T_T
Akhirnya setelah memilih-milih, aku mengambil semangka yang beratnya  4 kg untuk kubawa pulang. Well, aku yakin isinya pasti merah, secara semangkanya gede gitu loh.

Sesampainya di rumah. Kubelah semangka dengan hati-hati. “Hai, apa kabar?” daging semangka menyapaku. Huaaaa! Ternyata isinya pink muda saudara-saudara, bukan merah apa lagi merah tua. Aku kecewa. Sangat. Meski akhirnya kutelan jua sekalian dengan rasa kecewa itu. Dramatis amat yaa? 

Minggu, 01 Desember 2013

Amanah

Mengawali Desember 2013, ada banyak amanah baru yang akan kupikul, maksudku, mulai kupikul. Beberapa orang memercayaiku untuk menjadi seseorang yang bertanggung jawab dan mengayomi mereka. Baik, karena kupikir bahwa kali ini aku harus mencoba, yaa, kuterima saja, pastinya dengan banyak pertimbangan.

Tentu memikul amanah bukan perkara yang mudah, tapi jika ada yang percaya padamu, itu lain lagi. Dalam artian, kamu bukan memilih sendiri amanah itu, melainkan orang-orang yang memilihmu untuk memikul amanah itu atau dengan kata lain, mereka ingin kamu yang memikulnya. Tentu pula, mereka punya pertimbangan.

Baik, sebuah amanah bukan hanya urusan pikul-memikul, tetapi juga urusan hati. Menerima sebuah amanah seperti menerima buah durian dengan kulit-kulitnya. Artinya, kamu tak hanya bertanggung jawab terhadap tugas itu, tetapi juga bertanggung jawab atas resiko kegagalannya. Begitulah kenyataannya. Namun, jika sebuah amanah itu kita tolak, itu bagai makan buah simalakama. Diterima, berat di kita, tidak diterima, juga berat di kita. Maksudnya, jika kita tidak menerima, rasanya bagai sampah tak berguna yang tidak bisa apa-apa.

Namun, meskipun demikian, tak berarti bahwa aku tak ikhlas dengan amanah yang diberikan sekarang. Bukan itu. Ini pertanda bahwa sebuah amanah itu tidak bisa kita main-mainkan sesuka hati, alias harus benar-benar bisa dipertanggungjawabkan. Sebuah amanah yang tidak bisa dijalankan sama dengan mencelupkan diri ke genangan lumpur bernama 'pembual'. Ih, sedihnya, gak mau-gak mau. Bisanya cuma ngomong tetapi realisasi tidak ada.

Satu hal lagi, bertanggung jawab, memegang amanah, adalah perbuatan mulia, berpahala. Ada plusnya. Satu, dapat pahala sudah jelas. Dua, dapat derajat  di mata orang lain. Wuiiih, apa ngak keren tuuu... Heeee, tapi, ingat-ingat, Innamal a'malu bin niat. Setiap pekerjaan itu didasarkan pada niat. Niatnya jangan untuk dapat derajat yaaa, tapi niatnya lillaahi ta'alaa. Siiiip? Kalau niatnya dah bagus, pasti deh, pahala sama pamor ngikutin sendiri di belakang.

Jadi, kesimpulannya apa?
Mudah saja. Baraah, jadilah orang yang bertanggung jawab atas amanah-amanah yang sedang kamu pegang sekarang dan selama beberapa waktu ke depan. Jangan jadi pengecut, jangan jadi lemah, jangan goyah, berjuanglah, pantang menyerah, luruskan niat, dan mintalah petunjuk pada Allah! Semangat!

NB : catatan ini kubuat untuk jaga-jaga, kalau-kalau nanti aku ingin berhenti di tengah jalan, aku bisa membaca tulisan ini dan mereformasi semangatku kembali... :)

Senin, 25 November 2013

Coretan Hari Guru : Mengapa Menjadi Guru?

Guru. Ya, sebuah titel sederhana bagi mereka yang bekerja mengajarkan orang lain tentang sesuatu, apapun. Biasanya di lembaga atau institusi tertentu. Mereka berkutat dengan buku-buku, papan tulis, spidol/kapur, setumpuk materi dan tentu saja, anak-anak didik yang tingkahnya bermacam-macam. Saban hari, berdiri di depan kelas, menjelaskan ini itu yang ia kuasai. Di sudut lain, ia berdiri di pojok kelas menuntun tangan seorang anak yang baru belajar menulis huruf A. Di sisi lain lagi, ia duduk di ruang bimbingan dan berceramah panjang lebar tentang pentingnya belajar dan beradap bagi anak-anak bandel. Di sisi lain lagi, merekalah orang-orang yang pertama kali bertanya, "Apa cita-citamu?" Lalu memberikan dorongan-dorongan supaya cita-cita itu tercapai. Mulia, bukan?

Lalu, kecerdasan bangsa, yang semenjak dahulu menjadi impian nasional bangsa Indonesia ada di tangannya, ada pada pemikirannya, ada pada kata-kata yang ia keluarkan. Mengapa? Karena melalui merekalah ilmu-ilmu mengalir, masuk ke dalam benak-benak generasi muda, dicerna lalu kemudian menjadi pengetahuan-pengetahuan baru yang hebat. Super, bukan?

Hal lain yang membuat mereka istimewa adalah karena mereka tak hanya mentransfer ilmu, tetapi jua mentransfer nilai. Kedisiplinan, kerja keras, pantang menyerah, akhlak, wibawa, dan semua yang baik-baik. Keren, bukan?

Itulah mengapa seorang guru menjadi guru. Kemuliaan itu, kesuperan itu dan kekerenan itu membuat ia teguh pada prinsipnya untuk menyebarkan ilmu yang bermanfaat.

Selamat Hari Guru, untuk Guru seluruh Indonesia dan dunia. 

Senin, 26 Agustus 2013

Tips Aman Menggoreng Ikan

gambar dicomot dari :
www.ikanbandengpresto.com/blog/fakta-tentang-ikan-bandeng
Aku punya banyak pengalaman buruk di dapur, tapi tak sampailah membuatku trauma. Nah, pengalaman buruk di dapur yang bikin trauma pernah dialami oleh salah seorang temanku. Menggoreng ikan - terutama ikan bandeng yang banyak lemaknya- membuat ia merinding.
Pasalnya, minyak panasnya terbang hingga sampai tangan, pipi, mata. Saaaakiiit. Terkelupas, Berbekas. Duh, lengkap penderitaan. Gimana nih caranya? Kan ngak mungkin hanya untuk menggoreng ikan saja kita harus pakai helm, perisai dan jaket untuk melindungi diri. Itu sih mau perang namanya. :D

picture from :
https://www.facebook.com/pages/-English-JoKes-/343210245766036
Tenang, aku sudah menemukan tips agar ketika menggoreng ikan, minyaknya tidak terbang jauh nan tinggi kesana kemari. Ini dia tipsnya. 

"Nah, sebaiknya, ikan yang mau digoreng jangan diberi jeruk nipis terlalu banyak. Terus, sebelum digoreng, ikannya dibalurkan dengan minyak goreng bersih yang belum dipanaskan. Diamkan sebentar, kira-kira 1 menit, lalu goreng. Dijamin, minyaknya tidak akan meloncat-loncat sampai ke kulit wajah dan tangan anda yang halus."

Gampang kan!
Selamat mencoba... ^_^

Minggu, 12 Mei 2013

Mitos, No Way!

Guys, dalam kehidupan kita pasti sering menemukan mitos-mitos terutama jika kita hidup di lingkungan pedesaan atau pedalaman. Di sana, di daerah-daerah yang masih kurang disentuh teknologi dan ilmu pengetahuan, masyarakat masih hidup di bawah bayang-bayang tahayul berkepanjangan yang tiada putus-putus merasuki setiap segi kehidupan yang mereka jalani. Tahayul atau mitos ini ada bermacam-macam, sesuai dengan usia dan keadaan. Misalnya nih, di kalangan anak-anak yang suka main batu dan main tanah, kalau mereka mengumpulkan/mengambil batu warna merah atau yang tidur guling-guling di tanah, nah, mitosnya, emak mereka bakalan meninggal. Nah, ngak tanggung-tanggung kan resikonya. Alasannya kenapa coba? Memang sih, ada yang bilang, kalo suka guling-guling di tanah nanti bajunya kotor, trus emaknya cape nyuci, meninggal deh. Tapi, menurut aku, ngak segitunya deh yaaa? Paling, kalo emak-emak tu dibawa pulang baju kotor banget, dimarahin, trus, bajunya disuruh cuci sendiri. Ngak ada capeknya si emak. Nah, kalo masalah ngambil batu merah trus emaknya meninggal, itu tu aku ngak pernah denger-denger alasannya kenapa.

Senin, 06 Mei 2013

Kenapa Negara Kita Lamban dalam Kemajuan

Hai, sobat! Kaif halukum? Semoga kita selalu dalam lindungan kasih dan sayang dari Allah.

Okay, sekarang pembahasan kita adalah tentang salah satu penyebab kenapa negara kita tidak maju-maju. Ini menurut opini aku yaaa... Mudah-mudahan bisa menjadi opini kita semua. So, let's start!

Negara kita terkenal dengan keindahan alamnya beserta berbagai kekayaan yang ada di dalamnya. Mulai dari emas, besi, gas, dan benda-benda penting lainnya yang sangat dibutuhkan dunia. Namun, sayang sekali, dari dulu hingga kini, kebanyakan orang yang mengelola kekayaan alam kita adalah orang-orang luar negeri alias orang asing. Kita, bangsa Indonesia kebanyakan hanya menjadi buruh atau pekerja di ladang milik sendiri. Kalaupun ada beberapa orang pribumi yang bisa mengelola kekayaan alam, mereka tidak punya alat untuk mengolahnya, jadi, pilihan yang mereka ambil adalah mengekspor bahan mentah yang didapat di alam. Nah, selanjutnya setelah diolah dan diproses diluar, giliran kita yang mengimpor kembali dengan harga yang lebih mahal. Contohnya BBM.

Kamis, 25 April 2013

Qur'an Aplikasi Forum (QAF)

Assalamu'alaikum, semoga semuanya dalam keadaan sehat baik jiwa, raga maupun iman. :)

logo QAF
Kali ini baraah akan mengulas tentang QAF, sebuah organisasi mahasiswa yang ada di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ar-raniry, Banda Aceh. QAF  yang merupakan akronim dari Qur'an Aplikasi Forum adalah sebuah organisasi yang bergerak dalam bidang keislaman khususnya mengkaji  dan mengaplikasi ilmu-ilmu yang ada di dalam Al-Quran. Selain itu QAF juga merupakan organisasi yang di dalamnya berkumpul para hafidh dan hafidhah al-Quran yang sebagian besar dari mereka merupakan warga masyarakat IAIN ar-Raniry.

Sabtu, 28 Januari 2012

Ukhuwah (Brotherhood) in Islam



Topic Sentence           Every Muslim around the world are bound in a bond that is called with ukhuwah.
Supporting Point         First of all, ukhuwah is the heart and soul of attachment to each other with ties Aqeedah. Ukhuwah divided into two kinds.
Examples                     Ukhuwah Islamiyah (are timeless and universal because it is based on theology and Islamic law), Ukhwah Jahiliyah is temporary in nature (limited time and place, such as ethnicity, nationality, etc.).
Supporting Point         Then, ukhuwah have several different levels.
Examples                     Ta'aruf (know each other), tafahum (mutual understanding), ta'awun (help each other in goodness and leave the crime).
Supporting Point         Furthermore, there are some things we can do in this life to strengthen the bonds ukhuwah toward others.
Examples                     1. Tells the love of our beloved
Hadith narrated by Anas bin Malik that the Messenger of Allah said: "There's someone in addition to the Prophet and one of his companions passed in front of him. People who besides the Prophet had said: 'I love him, yes Rasullah.' Then the Prophet replied: 'Did you tell him? "The man replied:' Not yet. 'Then the Messenger of Allah said:' Tell him. 'Then the person told him saying: 'Verily I love you because of God. "Then the people who loved it replied:' May God loves you because you love me because of Him."
2. Asking for prayer if you want to split up
3. Denotes happy and smile when see
"Do not  underestimate the good (whatever comes from your brother), and if you meet with your brother then gave him a smile of excitement. "(Muslim)
4. Shake hands when the meet (except non-mahram)
"No two believers who meet and shake hands unless they are forgiven their sins before the split." (Reported by Abu Daud of Barra ')


5. Often stay in touch (visiting relatives)
6. Giving gifts at certain times
7. Noting him and help him
8. Fulfilling the rights of his brother
9. Congratulated in moments of success
Supporting Point         Moreover, ukhuwah has benefits that are very useful for our life in this world and in the world after we die.
Examples                     1. Feel how delicious the faith
2. Getting the protection of Allah on the Day of Resurrection
3. Getting a special place in heaven

Concluding Sentence:
In conclusion, we as Muslims must keep ukhuwah so that our lives more rewarding, both for ourselves and for others. If not, what do we live if we do not help each other, understand and know each other, because God created people differently so that we can understand each other, advise each other, and cooperate with each other to get the pleasure of Allah SWT.