Tampilkan postingan dengan label Pengalaman paling Berkesan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman paling Berkesan. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 September 2013

Layangan Pekkong (Bag. 2)

Layanganku terbang tinggi, hingga benang jahit yang kupunya sudah terulur semua. Aku puas, layanganku bisa terbang dengan baik, dan ekornya itu lo, membuatku tak ingin menggelas benangnya sampai kapanpun. Akan kubiarkan ia terus terbang meski malam datang menghadang, batinku. 

Sedang asyik-asyiknya, tiba-tiba kudengar sayup-sayup suara ayah memanggil kami berdua. Tangannya melambai-lambai menyuruh kami pulang.

"Pajoh buuuu!" seru Ayah. Itu artinya, makan nasiiiiii!

Senin, 09 September 2013

Harimau Berhati Lembut (Part 2)

Waktu beranjak. Minggu dan bulan berlalu. Rupanya tinggal berbarengan dengan para marinir itu tak sesulit yang kubayangkan. Mereka ramah, baik, dan sopan. Kami yang di rumahpun jadi akrab dengan mereka meski awalnya agak takut. Mereka pun rajin berbaur dengan masyarakat sekitar, bahkan ada yang membantu turun ke sawah. Mereka juga membantu ayahku menanam pohon kelapa. Ternyata, mereka taklah seram-seram amat. Mereka semua muslim, kecuali satu orang, aku sudah lupa namanya. Dia orang yang tinggal sendiri di pos ketika shalat jum'at sedang berlangsung. Aku tidak ingat lagi wajahnya. Lagipun, ia jarang berbaur dengan kami.

Harimau Berhati Lembut (Part 1)

Dear muslimah,

Aku mau balik ke awal tahun 2003, saat aku masih kelas 4. Itu adalah saat-saat ketika darurat militer sedang berlaku di Aceh. Ya, ketika itu konflik antara GAM (Gerakan Aceh Merdeka) dengan RI (Republik Indonesia) sedang dalam masa panas-panasnya. Sehingga pemerintah akhirnya memutuskan untuk mendirikan pos TNI tambahan di beberapa daerah yang dianggap rawan akan keberadaan pasukan GAM. Nah, daerah tempatku tinggal termasuk salah satu dari daerah rawan tersebut. Dan akhirnya, berdirilah sebuah pos TNI AL (Marinir) lengkap dengan tiga tank besar di kampungku. Lebih tepatnya, di rumahku, maksudku, di depan rumahku dan mereka juga memakai sebagian ruangan rumahku. Baiklah, kita mulai dari awal.

Minggu, 12 Mei 2013

Chef Of The Day

Kejadiannya tahun 2011 kemaren...

Jadi, saat itu, HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) Prodi Bahasa Arab IAIN Ar-Raniry menyelenggarakan berbagai macam perlombaan dalam rangkaaaa, apa ya? Udah lupa. Ok, lanjut. Nah, setiap unit dimintakan untuk mengirimkan delegasinya untuk mengikuti perlombaan-perlombaan tersebut. Lomba-lombanya di antaranya lomba insya' (mengarang dalam Bahasa Arab), khat, nasyid, sepak bola, masak dan debat bahasa Arab. Nah, aku nih, yang katanya hobi masak (kataaaaanyaaa), terpilih untuk mewakili unit mengikuti lomba masak Nasi Goreng Kreasi bersama salah satu sahabatku, Uswatul Hasanah. 


Jumat, 25 Mei 2012

Malu aku maluuu... uu..



Pada sinyaaaal merah...
Yang berbaris di blog...
Menatap kucuriga...
Seakan penuh tanya...
Sedang apa disini?

Mengenang masa SMA jawabku... uu..
Masa-masa paling indah, masa-masa di SMA...
Tiada masa paling indah, masa-masa di sekolah....

Dear My Sweety Blog...
Awalnya, aku menganggap pernyataan bahwa masa SMA adalah masa paling indah itu adalah "omongkosong" belaka. Tapi, setelah melewati beberapa tahun di sana, aku mulai berpendapat bahwa sepertinya penyataan itu perlu dipermak menjadi seperti ini, "Masa SMA adlah masa yang paling sangat indah". Kayaknya sama aja yaaa,,,, Ahahaha

Tahun pertama n kedua memang sedikit terasa hambar, namun, tahun ke-3 terasa begitu terasa. Manisnya, pahitnya, asemnya, hingga sepetnya. Kayak rujak aja yaaa... :D. Apalagi aku punya teman-teman sekelas yang menurutku berasal dari berbagai macam planet yang tidak pernah ditemukan. Namun, pada hakikatnya planet itu tidak ada, yang ada hanya "mereka juga menghuni planet yang sama dengan ku."  Jadi, jangan kuatir, aku dan temanku bukan alien kok. :D. Teman-temanku itu punya tingkah yang tidak terduga. Macam-macamlah, ada yang begini, ada yang begono, ada yang begitu. Yang jelas, tidak sama denganku. Kalau dijelaskan di sini, ntar bisa bervirus kamu, blogku.
 
Kami menamai diri kami suku La-MunThe. "La" kepanjangan dari laskar, dan Mun-The adalah nama guru kami, Ibu Zakiah Munthe, jadi, biar kami selalu ingat sama beliau, maka kami mencantumkanlah nama beliau di nama suku kami. 

Ngomong-ngomong soal suku, pasti ada kepalanya. Nah, kepala suku kami itu, Aulia namanya. Manis orangnya, lucu ngomongnya, dan bijaksana tentunya.. Ahahaha... :)

Suatu hari setelah selesai seleksi pementasan
drama untuk acara perpisahan kami...



Jalan-jalan  ke Medan : Istana Maimun
Bergaya di bawah pohon cintaa
On the way to Brastagi from Prapat

At Hotel Siantar, Lake Toba, Prapat...

Dan, kamilah anggota-anggota suku : Mufti, Rian, Almira, Bara-ah, Risa, Roza, Olniya, Amaliya, Fhonna, Yulia, Husila, Noni, DePe, Santi, Wiya, Zuraida, Shofi, Mikyal, Linda, Yana, Muche, Anis, 
Ayi, Jabar, Shafhan, Nopal, Rizal, Madina dan Putri...
Sekian tentang masa SMA-ku, yang lainnya, kamu ngak perlu tau blog ya... Just secret :)

Kamis, 02 Februari 2012

Kucing-Kucing (Cerita Ngak Lucu)

Hai sobat!!
Dari kecil, hidupku tak pernah lepas dari suatu makhluk yang bernama kucing. Tapi bukan berarti aku penyuka kucing - walaupun awalnya sedikit suka - yang punya keranjang khusus kucing yang ditaruh di kamar trus kucingnya dipeluk-peluk tiap hari. Mungkin karena rumahku berada di pas di simpang tiga sehingga banyak orang yang buang kucing di situ, atau mungkin juga kucing-kucing memang suka bertandang kerumahku karena penghuninya ramah-ramah semua. Hehehehe. Berikut cerita kucing-kucing yang pernah hinggap dihatiku, maksudnya di rumahku...