Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Desember 2016

Aku Menyadari Bahwa...

Usiaku semakin bertambah, banyak hal sudah kupelajari, tapi tidak cukup banyak karena kebanyakan dari hal-hal itu terlupakan secara tidak sengaja.

Hal-hal kecil bisa berdampak sangat besar, seperti misalnya kata, "Waaah!" untuk mengapresiasi sesuatu yang diperlihatkan orang lain.

Bahkan seulas senyum dari orang yang tidak dikenali bisa merubah suasana menjadi lebih baik.

Sesuatu yang menjadi hakmu, akan kembali padamu jua. Jadi, jangan khawatir, ya?

Penantian itu ternyata perih ya? Ada yang membisikiku bahwa waktu akan berkhianat, dan kata "indah pada waktunya" itu hanya kata hayalan yang hanya terjadi di film-film.

Semakin bertambah umur, beban dan tanggung jawab menjadi semakin berat. Kadang aku bergumam,"Aku bahkan tak punya waktu untuk diri sendiri." Kurasa aku terlalu berlebihan. Di luar sana banyak orang yang lebih sibuk dariku tapi mereka bisa memanage waktu dengan baik. Aku harus berusaha lebih keras!

Seseorang berkata,"Tanda bahwa Allah sayang kepada seorang hamba adalah disibukkan ia dengan hal-hal yang bermanfaat." Cukup menyejukkan. Jazakillah, Kak Amel. :)

Aku tidak diciptakan untuk sia-sia, aku pasti ditakdirkan untuk menjadi sesuatu, atau berperan dalam sesuatu. 

Mengatakan sesuatu yang buruk tentang orang lain sama dengan mengatakan untuk diri sendiri juga, hanya saja waktu kejadiannya berbeda. Itu namanya karma. 


Minggu, 10 Agustus 2014

Kangen

Pernahkah kamu mengalami fenomena kekangenan yang dahsyat?
Apa yang kau rasakan?

Kangen ada banyak. Ada kangen kangenan ada juga kangen benaran (versi gue). Kangen kangenan itu kayak abg yang lagi pacaran, baru jumpa 5 menit yang lalu udah bilang kangen lagi. Nah, kalo kangen benaran itu semisal kita dengan Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Saat tiba masanya menghadap, kangen itu muncul dalam diri dan harus dipenuhi saat itu juga. Kalau tidak, tidak ada kenyamanan, ketenangan dan ketentraman dalam hidup seseorang tersebut. Kangen benaran juga terdapat antara orang tua dan anak atau suami-istri. Rasa kangen ini umumnya datang jika ada salah satu pihak yang berada jauh.

Nah, bagaimana dengan kangen terhadap orang yang sama sekali belum dikenal dan diketahui, tetapi ada posisi tertentu dalam lubuk hati sehingga membuat ia dikangenin? Itu kangen-kangenan atau kangen benaran?

Walah jangan tanya saya, saya pula sedang mencari jawabannya.

Rasa kangen itu macam-macam. Ada rasa nenas, jeruk, strobery, (apaan sih, serius dong!) Eh, ralat! Bukan kangen yang memiliki rasa yang bermacam-macam. Tetapi penderita kangen yang merasakan hal yang bermacam-macam saat kangen. Namun satu rasa yang tidak pernah berubah dari kangen ini, yaitu rasa ingin bertemu/berjumpa. Bumbu rasa lainnya bisa jadi rasa ingin menangis, rasa ingin curhat, rasa ingin lompat-lompat kegirangan, rasa ingin memeluk, rasa ingin makan, rasa ingin mendengar lagu melow, rasa galau, bahkan rasa ingin lompat dari gedung lantai 4. Aneh kan? Wahaha, semua rasa itu terkadang ngak realistis, tergantung jenis kangen apa yang dialami penderita. Penderita kangen benaran, terutama kepada Tuhan cenderung melakukan hal-hal positif. Kenapa? Karena dengan demikian ia merasa lebih dekat dengan-Nya.

Jadi, kesimpulan pembicaraan kurang penting tentang kekangenan ini berujung pada pesan, "Kangenilah selalu Allah dan orang-orang atau sesuatu yang pantas kamu kangenin. Karena kamu pasti tidak mau masa hidupmu terbuang percuma karena kekangenan yang sia-sia, kan?"



Kamis, 26 Juni 2014

Arti Teman Sebangku


Begitu banyak teman sebangku di dunia ini, adakah kita mengenang mereka?
Mungkin sebagian orang berpikir, ia hanya sekedar teman sebangku. Sekedar. Ya, tapi bagiku mereka lebih dari itu. Mereka adalah sahabat, teman curhat, teman bermain, teman makan, teman bercanda, bahkan teman menangis. Siapapun mereka, ketika kita butuh sesuatu misalnya pulpen, orang pertama yang kita tanyakan dan mintai pulpennya adalah teman sebangku. Jarang kan, kita berjuang mati-matian manggil sahabat kita di pojok kelas hanya untuk pulpen sebatang. Itulah mengapa, arti dari teman sebangku itu lebih dari itu.
Aku akan memberi sebuah interpretasi amatir tentang seorang teman sebangku.
Ini dia!
……
Ia seperti sebuah buku
Saat kamu tidak paham akan sesuatu, padanya kamu menuju
Ia seperti lagu yang dinyanyikan
Kala kamu suntuk, ia datang mewarnai

Senin, 09 Juni 2014

Liebster Award Buat Sahabat Gaminong Blogger

Let's start with basmalah and salam.
Bismillahirrahmaanirrahim
Assalamu'alaikum wr. wb.
*kayak mau tampil micro teaching aja nih... Hihi, maklum, akhir-akhir ini kejedot ruang micro teaching sama setumpuk er-pe-pe yang harus segera dituntaskan.

Hup! Loncat ke judul besar qta, tentang Liebster Award. Sejenis serangga apa itu yaa? Serangga?? Ahai, ketauan banget kalo si penulis dalam hidupnya penuh dengan serangga-serangga. Xixi... 

Gini lho, Liebster Award itu adalah awardnya para blogger yang dianugerahi (cie, sok resmi) untuk para sahabat-sahabat atau teman-temannya yang ada di blogger. Tujuannya apa? Biar para blogger tu makin akrab and solid walaupun cuma temanan di dunia maya. Kurang lebih gitu lah. 

Tapi sebelumnya, makasih banget karena udah diundang dan dikasih award yang super ini. Berderai-derai air mata bahagia - ini pertama kalinya saya dikasih award. Siapa yaa kira-kira yang ngundang saya?? Ini dia, tokoh terkenal di Gaminong Blogger bang Azhar Ilyas. Thanks a bunch bang!

Minggu, 01 Desember 2013

Amanah

Mengawali Desember 2013, ada banyak amanah baru yang akan kupikul, maksudku, mulai kupikul. Beberapa orang memercayaiku untuk menjadi seseorang yang bertanggung jawab dan mengayomi mereka. Baik, karena kupikir bahwa kali ini aku harus mencoba, yaa, kuterima saja, pastinya dengan banyak pertimbangan.

Tentu memikul amanah bukan perkara yang mudah, tapi jika ada yang percaya padamu, itu lain lagi. Dalam artian, kamu bukan memilih sendiri amanah itu, melainkan orang-orang yang memilihmu untuk memikul amanah itu atau dengan kata lain, mereka ingin kamu yang memikulnya. Tentu pula, mereka punya pertimbangan.

Baik, sebuah amanah bukan hanya urusan pikul-memikul, tetapi juga urusan hati. Menerima sebuah amanah seperti menerima buah durian dengan kulit-kulitnya. Artinya, kamu tak hanya bertanggung jawab terhadap tugas itu, tetapi juga bertanggung jawab atas resiko kegagalannya. Begitulah kenyataannya. Namun, jika sebuah amanah itu kita tolak, itu bagai makan buah simalakama. Diterima, berat di kita, tidak diterima, juga berat di kita. Maksudnya, jika kita tidak menerima, rasanya bagai sampah tak berguna yang tidak bisa apa-apa.

Namun, meskipun demikian, tak berarti bahwa aku tak ikhlas dengan amanah yang diberikan sekarang. Bukan itu. Ini pertanda bahwa sebuah amanah itu tidak bisa kita main-mainkan sesuka hati, alias harus benar-benar bisa dipertanggungjawabkan. Sebuah amanah yang tidak bisa dijalankan sama dengan mencelupkan diri ke genangan lumpur bernama 'pembual'. Ih, sedihnya, gak mau-gak mau. Bisanya cuma ngomong tetapi realisasi tidak ada.

Satu hal lagi, bertanggung jawab, memegang amanah, adalah perbuatan mulia, berpahala. Ada plusnya. Satu, dapat pahala sudah jelas. Dua, dapat derajat  di mata orang lain. Wuiiih, apa ngak keren tuuu... Heeee, tapi, ingat-ingat, Innamal a'malu bin niat. Setiap pekerjaan itu didasarkan pada niat. Niatnya jangan untuk dapat derajat yaaa, tapi niatnya lillaahi ta'alaa. Siiiip? Kalau niatnya dah bagus, pasti deh, pahala sama pamor ngikutin sendiri di belakang.

Jadi, kesimpulannya apa?
Mudah saja. Baraah, jadilah orang yang bertanggung jawab atas amanah-amanah yang sedang kamu pegang sekarang dan selama beberapa waktu ke depan. Jangan jadi pengecut, jangan jadi lemah, jangan goyah, berjuanglah, pantang menyerah, luruskan niat, dan mintalah petunjuk pada Allah! Semangat!

NB : catatan ini kubuat untuk jaga-jaga, kalau-kalau nanti aku ingin berhenti di tengah jalan, aku bisa membaca tulisan ini dan mereformasi semangatku kembali... :)

Kamis, 21 November 2013

Munajat Cinta

Yaa Allah,
Jika cinta adalah ikatan
Maka ikatlah aku pada cinta suciMu
Agar aku tak lepas kendali pada cinta selain cintaMu

Yaa Rahman,
Jika cinta adalah sebuah bahtera

Kamis, 24 Oktober 2013

Ayah, Syukran dan Afwan

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih dan perih
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

Bait puisi "Aku" karya Chairil Anwar acap kali mengalun di sela dua bibirnya.

Menjadi Dewasa

Umurku menuju 21. Artinya, sudah cukup pantas untuk dibilang dewasa, meskipun sifat kekanak-kanakanku sering kambuh. Maklumlah, aku anak perempuan termuda dalam keluarga. Aku hingga saat ini masih dianggap anak kecil, kecuali dua orang adikku. Yah, harus, karena kalau tidak, lengan mereka akan belang merah kehitaman. Kena cubit.

"Jadi orang dewasa itu menyenangkan, tapi susah dijalanin". 
Betul banget. Memang menyenangkan menjadi seseorang yang sudah dewasa, tapi, tanggung jawab dan bebannya benar-benar susah dipikul. 

Sebenarnya, aku malas menjadi dewasa dengan segunung tanggung jawab. Walaupun sebenarnya masalahnya itu bukan di tanggung jawabnya. Masalahnya adalah, ketika menjadi dewasa, aku merasa keluar dari diriku sendiri. Aku pikir dewasa bukan sikapku. Aku ingin tetap polos, melakukan apa yang aku mau tanpa harus membatin, "aku kan sudah dewasa, ngak boleh lagi begini begitu", dan bermacam pikiran lain datang, perasaan-perasaan baru muncul dan sebagainya. 

Pada kenyataannya, menjadi dewasa adalah keharusan. Artinya, aku harus menekan keinginanku kuat-kuat agar kekanakanku tak muncul. So, sekali lagi, aku keluar dari diriku sendiri. 

Jumat, 18 Oktober 2013

Eid Adha 1434 H, Meet Old Friend!

Hello everyone!
Today is the fourth day of idul adha 1434 H. I don’t have any plan to do, so, I decide to open my laptop and write some word to kill boring time.
Well, I suppose to greet u first. Hii! Happy Eid El Adha 1434 H, please forgive all my faults.
This eid, I didn’t go home. I celebrate it here, at my second home, near my college, without attend by my mom and dad. It feel sad because they’re not here, but, I think it’s okay and still, I can stand it.

Senin, 30 September 2013

Catatan Penghujung September

Mengakhiri September,

Dear My Blog...
Aku belajar banyak hal bulan ini, juga banyak hal ingin kuungkapkan, diantaranya mungkin bisa aku bagi,

"Jangan pernah berharap lebih jika kau tidak memberi lebih"

"Akan sangat menyakitkan jika seseorang memilih berteman denganmu saat ia tak punya teman, lalu saat temannya kembali, kau ditinggalkan"

"Mungkin aku harus lebih selektif, berteman dengan orang yang memang benar-benar tulus ingin berteman denganku"

"Bahwa laki-laki itu menikmati apa yang wanita sajikan (maaf). Jika kau menyajikan pada mereka lekuk tubuhmu, mereka akan menikmatinya, Begitu juga mereka menikmati isi pakaianmu yang transparan. Itu naluri mereka. So, jadilah wanita terhormat, aku dan kamu, yang menyajikan diri hanya bagi yang halal, tidak mengobralnya ke semua orang"

"Sangat susah menghilangkan kebiasaan. Hati-hati, kalau kita sudah terlalu larut dalam kebiasaan, kita akan berpikir untuk membenarkan kebiasaan itu, meskipun kebiasaan itu salah/buruk"

"Aku berharap, seseorang segera datang menyelamatkanku"

"Aku yakin, apa yang aku inginkan akan terwujud, hanya saja, masalah waktu. Aku optimis dan tak berhenti meminta pada Allah Yang Maha Kuasa, Sang Pengabul Segala Doa"

"Dosa dan maksiat akan memudarkan rasa bersyukur. Dosa dan maksiat juga membuatmu dekat dengan keputusasaan terhadap ampunan. Dosa, maksiat dan keputusasaan itu, harus dihindari sedini mungkin dan sampai kapanpun"

"Menjadi mandiri adalah prioritasku sekarang dan membenah hidup juga. Keduanya harus bisa kuwujudkan. Semoga."

Senin, 23 September 2013

Layangan Pekkong (Bag. 2)

Layanganku terbang tinggi, hingga benang jahit yang kupunya sudah terulur semua. Aku puas, layanganku bisa terbang dengan baik, dan ekornya itu lo, membuatku tak ingin menggelas benangnya sampai kapanpun. Akan kubiarkan ia terus terbang meski malam datang menghadang, batinku. 

Sedang asyik-asyiknya, tiba-tiba kudengar sayup-sayup suara ayah memanggil kami berdua. Tangannya melambai-lambai menyuruh kami pulang.

"Pajoh buuuu!" seru Ayah. Itu artinya, makan nasiiiiii!

Selasa, 17 September 2013

Layangan Pekkong Bag. I

Aku sedang mencoba menyatukan dua lidi berukuran sehasta dengan benang jahit, hanya itu yang kupunya. Membuatnya membentuk seperti huruf X. Lalu ujung atasnya kuikat lagi, kutekuk sedikit, kuikat lagi di ujung bawahnya, kemudian sisa benang kuputar pada sisa kaki X yang bawah, kulanjutkan dengan mengikatnya kuat-kuat menuju tangan X di atas, tanpa lupa menekuknya sedikit. Adikku, Asra, hanya menatap apa yang kulakukan sambil sesekali memainkan kerikil di tanah. Terlihat ia berhayal bahwa kerikil itu kesatria baja hitam dan kerikil lainnya monster. "Pruuuush, tichuw, tichuw," semburnya beserta air liur. Untung aku tak kena.

Ayahku belum jua pulang, padahal perutku sudah keroncongan. Ibu tak ada, penataran membuatnya harus tinggal di sana setidaknya sampai sore hari. Bibirku manyun, perutku menjerit lagi. Lapar sekali.

Senin, 09 September 2013

Harimau Berhati Lembut (Part 2)

Waktu beranjak. Minggu dan bulan berlalu. Rupanya tinggal berbarengan dengan para marinir itu tak sesulit yang kubayangkan. Mereka ramah, baik, dan sopan. Kami yang di rumahpun jadi akrab dengan mereka meski awalnya agak takut. Mereka pun rajin berbaur dengan masyarakat sekitar, bahkan ada yang membantu turun ke sawah. Mereka juga membantu ayahku menanam pohon kelapa. Ternyata, mereka taklah seram-seram amat. Mereka semua muslim, kecuali satu orang, aku sudah lupa namanya. Dia orang yang tinggal sendiri di pos ketika shalat jum'at sedang berlangsung. Aku tidak ingat lagi wajahnya. Lagipun, ia jarang berbaur dengan kami.

Harimau Berhati Lembut (Part 1)

Dear muslimah,

Aku mau balik ke awal tahun 2003, saat aku masih kelas 4. Itu adalah saat-saat ketika darurat militer sedang berlaku di Aceh. Ya, ketika itu konflik antara GAM (Gerakan Aceh Merdeka) dengan RI (Republik Indonesia) sedang dalam masa panas-panasnya. Sehingga pemerintah akhirnya memutuskan untuk mendirikan pos TNI tambahan di beberapa daerah yang dianggap rawan akan keberadaan pasukan GAM. Nah, daerah tempatku tinggal termasuk salah satu dari daerah rawan tersebut. Dan akhirnya, berdirilah sebuah pos TNI AL (Marinir) lengkap dengan tiga tank besar di kampungku. Lebih tepatnya, di rumahku, maksudku, di depan rumahku dan mereka juga memakai sebagian ruangan rumahku. Baiklah, kita mulai dari awal.

Jumat, 30 Agustus 2013

Bahagia itu...

gambar dicomot dari : sini
Bahagia itu, saat kamu bangun pagi dan melihat orang yang kau sayangi tersenyum dan berkata, "Good morning, cinta!"

Bahagia itu, ketika shalatmu tak pernah bolong.

Bahagia itu, ketika melihat seseorang lahap menikmati masakanmu, meskipun rasanya tak sebaik penampilannya.

Bahagia itu, saat melihat orang yang kau sayangi rapi karena hasil keuletanmu.

Senin, 26 Agustus 2013

Dream (Sisi Lain Kehidupanku di Alam Tidur)

gambar dicomot dari :
dogleg.jw.lt/index/__xtblog_entry/9474141-fakta-unik-tentang-mimpi
Pernah ketemu Edward Cullen, Bella dan keluarganya? Aku pernah. Naik Nimbus 2000-nya Harry Potter? Aku pernah. Terbang seperti Peterpan dalam serial kartun, itu pun aku pernah. Cuma, kesemuanya itu hanya dalam mimpi, saat mata terpejam dan tubuh tak berdaya :D

Well, ngomongin tentang dream, biarkan aku menutup mata sejenak dan mengambil napas. Ini akan jadi cerita panjang karena banyak sekali mimpi yang ingin kuceritakan. Dari sejak aku kecil, aku selalu mengalami mimpi-mimpi menakjubkan, penuh misteri, bahkan mengerikan dalam tidurku. Terlebih lagi jika aku sedang demam, mimpiku menjadi berpuluh-puluh kali lipat lebih membingungkan, melelahkan dan menakutkan.

Kamis, 06 Juni 2013

Rihlah Or Adventure?

Tulisan ini langsung saya tulis setelah pulang dari Rihlah Akbar Season II Leting 2011, Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fak. Tarbiyah IAIN Ar-Raniry, Banda Aceh yang diadakan di Air Terjun Samahani, Aceh Besar. Perjalanan rihlah (tamasya) saya bersama kawan-kawan kali ini lumayan jauh dan membutuhkan ekstra tenaga. Betapa tidak, medan yang harus kami lalui sangat berbeda dengan biasanya. Kami harus mendaki bukit yang tinggi dan lembah yang rendah untuk mencapai air terjun yang kami tuju. Ditambah lagi, suasana hutan di perjalanan kami masih sangat alami sehingga bagi yang tidak pernah masuk hutan seperti saya, ketakutan dan merinding sendiri. Pasalnya, suara jangkrik dan binatang kecil khas hutan lainnya terdengar cukup jelas serta kebelantaraan hutan yang lumayan lebat membuat saya merasa seperti sedang di film-film horor. Hiiiiiyyy...


Minggu, 12 Mei 2013

Chef Of The Day

Kejadiannya tahun 2011 kemaren...

Jadi, saat itu, HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) Prodi Bahasa Arab IAIN Ar-Raniry menyelenggarakan berbagai macam perlombaan dalam rangkaaaa, apa ya? Udah lupa. Ok, lanjut. Nah, setiap unit dimintakan untuk mengirimkan delegasinya untuk mengikuti perlombaan-perlombaan tersebut. Lomba-lombanya di antaranya lomba insya' (mengarang dalam Bahasa Arab), khat, nasyid, sepak bola, masak dan debat bahasa Arab. Nah, aku nih, yang katanya hobi masak (kataaaaanyaaa), terpilih untuk mewakili unit mengikuti lomba masak Nasi Goreng Kreasi bersama salah satu sahabatku, Uswatul Hasanah. 


Sabtu, 06 April 2013

Sepenggal Cerita Tentang Si Mesin Jahit


Ada sebuah mesin jahit di rumahku. Kami biasa menyebutnya dalam bahasa Aceh dengan istilah "kilang". Penampilannya yang seperti rongsokan sungguh memprihatinkan. Tong di bawahnya hampir jatuh, satu lacinya sudah ompong seperti nenek tua yang tanggal giginya. Suaranya saat dikayuh berisik sekali, "khodok-khodok-khodok-khodok", bak suara batuk kakek-kakek yang sudah bau tanah. Saban hari, sepupuku yang pandai menjahit mengayuhnya dengan sabar dan gigih.

Kamis, 07 Maret 2013

Kuingin...

Kuingin sebuah sore yang indah dan padang rumput yang menghijau nan luas serta angin yang bertiup sepoi-sepoi. Tidak ada seorang pun, hanya aku. Aku ingin terlentang di atas rumput yang paling tebal dan menyatukan pandanganku dengan langit. Mengira-ngira bentuk awan yang bersemu jingga. Di balik awan itu, harus biru, harus biru.