Sabtu, 28 Januari 2012

Ukhuwah (Brotherhood) in Islam



Topic Sentence           Every Muslim around the world are bound in a bond that is called with ukhuwah.
Supporting Point         First of all, ukhuwah is the heart and soul of attachment to each other with ties Aqeedah. Ukhuwah divided into two kinds.
Examples                     Ukhuwah Islamiyah (are timeless and universal because it is based on theology and Islamic law), Ukhwah Jahiliyah is temporary in nature (limited time and place, such as ethnicity, nationality, etc.).
Supporting Point         Then, ukhuwah have several different levels.
Examples                     Ta'aruf (know each other), tafahum (mutual understanding), ta'awun (help each other in goodness and leave the crime).
Supporting Point         Furthermore, there are some things we can do in this life to strengthen the bonds ukhuwah toward others.
Examples                     1. Tells the love of our beloved
Hadith narrated by Anas bin Malik that the Messenger of Allah said: "There's someone in addition to the Prophet and one of his companions passed in front of him. People who besides the Prophet had said: 'I love him, yes Rasullah.' Then the Prophet replied: 'Did you tell him? "The man replied:' Not yet. 'Then the Messenger of Allah said:' Tell him. 'Then the person told him saying: 'Verily I love you because of God. "Then the people who loved it replied:' May God loves you because you love me because of Him."
2. Asking for prayer if you want to split up
3. Denotes happy and smile when see
"Do not  underestimate the good (whatever comes from your brother), and if you meet with your brother then gave him a smile of excitement. "(Muslim)
4. Shake hands when the meet (except non-mahram)
"No two believers who meet and shake hands unless they are forgiven their sins before the split." (Reported by Abu Daud of Barra ')


5. Often stay in touch (visiting relatives)
6. Giving gifts at certain times
7. Noting him and help him
8. Fulfilling the rights of his brother
9. Congratulated in moments of success
Supporting Point         Moreover, ukhuwah has benefits that are very useful for our life in this world and in the world after we die.
Examples                     1. Feel how delicious the faith
2. Getting the protection of Allah on the Day of Resurrection
3. Getting a special place in heaven

Concluding Sentence:
In conclusion, we as Muslims must keep ukhuwah so that our lives more rewarding, both for ourselves and for others. If not, what do we live if we do not help each other, understand and know each other, because God created people differently so that we can understand each other, advise each other, and cooperate with each other to get the pleasure of Allah SWT.

Jumat, 27 Januari 2012

Final Examination at Lampuuk Beach, 14th of January 2012

Guys, salah satu memory terindahku setelah masa SMA adalah "Final di Alam Terbuka" tepatnya final bareng tamasya sama dosen SPI (Ms. Asmanidar). Nah, kami semua (Unit 3 TBA '11 IAIN Ar-Raniry) sepakat untuk final di Babah 3 Lampuuk, yaitu suatu objek wisata pantai yang sangat indah berlokasi di Banda Aceh.
Dan, tentu saja, ngak kelupaan acara bakar-bakar ayam... Yummyy...
Pokoknya, seneng banget pas pulang dari sana, kebersamaannya sungguh terasa, and diakhir acara, Ibunda Asmanidar mempersembahkan puisinya untuk anak-anak didiknya tercinta, kami. Puisinya mengharukan sekali,, daku sampai menitikkan air mata... Beliau memang seorang guru yang hebat!!! We must say much thank to her... Thank you, thank you, thank you...

Untuk semua anggota unit kami juga qami say thank you, krn jika bukan karena kalian, tak kan ada moment2 terindah seperti ini...







Tya Us, Tya Han, Naura, Huda, Halimah, Uus, Mesy, Zuhra, Muna, Nadia, Icha, Dek Yani, Naya, Mul, Erlia, Thursina, Rahmat, Seha, Syukry, Ikram, Reza, Iqbal, Haris, Munawar, Saiful, Nazli, Ali, Saddam, Ilham, Hasanuddin, Nasrullah... ^_^

Selasa, 27 Desember 2011

Perbincangan Dua Malaikat

Goresan Pena Khairul Baraah

            Di suatu malam yang sunyi, saat mata-mata terpejam dan insan-insan tenggelam dalam buaian mimpinya, dua orang malaikat duduk di dekat jendela sembari memandang langit. Sementara seorang gadis di belakang mereka sedang terlelap.
            Dua orang malaikat itu mengambil bukunya masing-masing dalam saku mereka dan mulai membaca. Tak lama berselang, mereka berbincang-bincang.
            “Bagaimana isi bukumu hari ini?” tanya malaikat yang sebelah kiri. Ia mencoba mengintip buku di balik saku temannya.
            “Aku hampir tidak menulis apa-apa hari ini, kecuali beberapa potong kata yang biasa dia lakukan,” jawab malaikat sebelah kanan. Wajahnya tampak lesu. Sementara bibirnya sepucat bulan purnama.
            “Sebaliknya denganku, banyak hal yang kutulis hari ini, aku bahkan tidak menyadari bahwa buku ini hampir penuh,” ujar malaikat kiri dengan lesu pula. Ia kembali membuka lembaran yang telah ditulisnya. Kemudian ia juga tertunduk. Sangat dalam.
            “ Dia lupa bahwa kita ini ada,” kata malaikat sebelah kanan sambil menoleh ke arah gadis yang sedang tertidur.
            “ Betul,” sahut malaikat kiri, menutup lembaran terakhir yang ia catat hari ini.
            Malam semakin larut, dua malaikat itu kemudian duduk bersandar pada dinding kamar. Mereka  tidak merasa mengantuk sama sekali. Lalu, keduanya bertasbih.
@@@
Si gadis bangun dari tidurnya. Sudah pagi, matanya masih mengantuk. Sementara matahari sudah mengintip di balik ufuk. Si gadis kembali menarik selimut. Tak peduli pada kewajiban yang seharusnya segera dilaksanakan.
            Malaikat sebelah kiri mendesah. Dia menulis beberapa kata di bukunya. Sementara malaikat kanan lunglai.
@@@
Hari berlalu, bulan terus beranjak, tahun pun merangkak. Tak ada perubahan pada si gadis. Ia masih tetap sama seperti yang dulu. Dua malaikat disamping juga. Mereka melalui hari-hari mereka seperti biasa. Catatan malaikat kiri terus bertambah, sedang malaikat kanan, tak banyak menulis. Bukunya semakin hari semakin kosong saja.
Suatu hari, saat para malaikat duduk kembali di jendela kamar, sedang si gadis terbenam di awang mimpinya.
“Andai saja si gadis mau berzikir bersama dengan kita sekarang. Pasti akan banyak lembaran bukuku yang akan terisi,” kata malaikat kanan.
“Sudah lama ia lupa akan Tuhannya,” sahut malaikat kiri. Matanya tak henti memandang langit, seakan berharap ia bisa segera kembali ke Arasy. Rindu akan Rabbnya.
“Dia tidak mau berteman dengan kita. Temannya itu adalah syaithan-syaithan,” kata malaikat kanan lagi. Ia juga ikut memandang langit. Sinar matanya mengguratkan kerinduan.
“Tugas kita adalah mencatat. Kita tidak berkuasa untuk menuntun dia ke jalan yang benar. Hanya Tuhan kita dan Tuhannyalah yang berkuasa. Sungguh, aku berharap dia segera mendapat hidayah,” doa malaikat kiri. Matanya tetap tak lepas dari langit.
“Amin”, sahut malaikat kiri. Ia mulai berzikir, menyebut nama Tuhannya dengan khusyu’. Malaikat kanan kemudian juga berperilaku sama.
@@@
Si gadis terbaring lemah di sebuah ranjang rumah sakit. Dia sedang melawan rasa sakitnya. Ia merasa waktu untuk dia kembali telah datang. Tetapi si gadis belum siap. Sementara bayangan kematian menghantuinya. Dalam keadaan setengah sadar ia melihat sesuatu.
Dua malaikat, menjaga dirinya disamping kanan dan kiri.
“Taubatlah wahai anak manusia,” bisik malaikat kanan. Si gadis mendengar sayup-sayup suaranya. Ia takut. Sangat takut. Sebentar lagi aku akan mati, batinnya.
“Kembalilah kepada jalan Tuhanmu,” bisik malaikat kiri. Si gadis semakin takut. "Aku belum siap. Tuhan, beri aku kesempatan. Aku menyesal. Ampuni aku, Yaa Tuhan. Tolong jangan sekarang," raungnya sekuat tenaga.
Seseorang memukul pelan pipinya. Si gadis tersadar. Matanya basah, ia menangis dalam ketidaksadarannya. Lalu melihat sekelilingnya, ini masih dunia. Si gadis lalu menangis sesegukan. "Tuhan, aku masih hidup. Terima kasih atas karuniaMu," doanya. Kemudian ia mengingat kelalaiannya selama ini. Penyesalan yang amat dalam terasa di kalbunya yang gersang. "Tuhan, ampuni aku," lirihnya setiap waktu.
Tuhan Maha Baik. 
Beberapa hari kemudian si gadis sembuh. Ia pulang ke rumah. Memulai hari-harinya yang baru seolah terlahir kembali. Ia menyadari hakikat dirinya sebagai seorang hamba. Dia bertaubat dengan taubat nasuha.
Dua malaikat bergembira. Hari-hari malaikat kanan sibuk mencatat. Sementara malaikat kiri berleha-leha sepanjang hari. Catatan malaikat kiri hanya sedikit saja. Terkadang, catatan itu terhapus oleh amal-amal shalih si gadis.
Hingga waktunya tiba. Kadar umur si gadis telah di penghujung. Dua malaikat kanan dan kiri pamit, Malik Maut menjemputnya, ditemani malaikat rahmat. Sebelum pergi, malaikat kanan menggelar layar lebar di hadapan si gadis. Rekaman amalannya, taubatnya yang diterima dan ampunan yang begitu besar dari Allah. Si gadis tersenyum bersyukur, sakitnya sakaratul maut menjadi lebih ringan rasanya.
Dan kini si gadis telah pergi. Dibawa oleh malaikat maut. Hanya tinggal tubuhnya yang kaku dan alunan ayat suci dari orang terdekat. Dua malaikat pencatat kemudian terbang menuju suatu tempat paling di rindukannya. Arasy dan Surga. Hidup damai dengan zikir yang tiada putus. Subhanallaah, Walhamdulillaah, Walaa ilaaha illallaah, Wallaahu akbar!
The End

Senin, 31 Oktober 2011

Terasi Ala Chef BaraahQueen :D

Hello smuaaa.... :)
How's your day?

Ada pengalaman menarik nieh dari baraah ^_^...

Jadi, one day, baraah pengen sesuatu yang tradisional tp enak untuk makan siang... Hehehe... jadilah terasi sebagai pilihan... : D

It is the first time lho baraah buat sambel terasi (shrimp paste), Tp alhamdulillaaah (sujud syukur"), rasanya enak... Satu rumah pun mencicipi, rupanya ngak ada keluhan lhoooo.... Bahkan K'bit bilang "Kok sikit kali buatnya?,". Baraah jadi tersenyum sendiri... Hehehehe

Nah...
Sekarang baraah mw bagi2 nieh resep sambal terasi enak namun mudah cara bikinnya...


Bahan :
Terasi udang 1 sachet
Bawang Merah 4 siung, pilihnya yang agak kecil2 biar mudah nguleknya...
Cabe merah 4 buah
Cabe rawit 10 buah (ekstra pedes, atau boleh dikurangi sesuai selera)

Steps :

  • Bakar terasi dengan api hijau, atau bisa juga di panggang di teflon sampai sedikit gosong.
  • Goreng bawang merah dan cabe tanpa dipotong-potong. Cabe rawitnya ngak usah digoreng.
  • Ulek semua bahan sampe halus.
  • Sajikan dengan lalapan (daun singkong rebus, ketimun, wortel rebus, kangkung rebus, dll. suka suka loe... hehehe!!!)
  • Insya Allah enaaak... Silakan dinikmatiii ...


    Selamat Mencoba... Ting!




Senin, 24 Oktober 2011

Kenalan Dulu... ^_^

Hi, I'm Baraah... Today is a great day, isn't it?

This is my first day open this blog.. I know this will be strange cause I don't know anything about blog...

I hope this blog will be my mindbin. Yeah, I just wanna show you what i'm thinking now or whenever. Ok, that's enough for our first meeting... See yaaa... ^_^